PENGARUH METODE EKSTRAKSI

PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI METODE EKSTRAKSI   PADA UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine americana. Merr) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA

 
Islamudin Ahmad
Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda. E-mail: islamudinahmad@yahoo.com

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh penggunaan berbagai metode ekstraksi pada umbi bawang dayak (Eleutherine americana. Merr) terhadap aktivita tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan berbagai metode ekstraksi pada umbi bawang dayak terhadap aktivitas tabir surya dan profil KLT-nya. Umbi bawang dayak diekstraksi dengan berbagai metode ekstraksi antara lain maserasi, refluks, dan sokhlet menggunakan pelarut berdasarkan dengan tingkat kepolaran antara lain n-heksan, etil asetat, etanol, dan methanol. Nilai rendemen yang diperoleh adalah Ekstraksi langsung methanol dengan cara maserasi sebesar Reflux sebesar Sokhlet sebesar . Ekstraksi menggunakan pelarut dengan kepolaran bertingkat dengan cara maserasi mulai dari pelarut N-heksan sebesar , pelarut etil asetat sebesar 2,141%, etanol sebesar 3,537%, dan methanol 1,999%. Cara sokhlet mulai dari pelarut n-heksan sebesar 2,146%, etil asetat 1,681%, etanol 3,974%, dan methanol sebesar 2,682%. Cara Reflux mulai dari pelarut n-heksan sebesar 1,251%, etil asetat sebesar 0,966%, etanol sebesar 3,280%, dan methanol. sebesar 2,553%. Setelah itu penentuan profil KLT berdasarkan perbandingan tingkat kepolaran eluen menggunakan beberapa perbandingan antara lain; ekstrak n-heksan (sokhlet, maserasi, dan reflux) menggunakan eluen n-heksan:etil asetat perbandingan 3:1, ekstrak etil asetat (sokhlet, maserasi, dan reflux) menggunakan eluen n-heksan:etil asetat perbandingan 2:1, ekstrak etanol (sokhlet, maserasi, dan reflux) menggunakan eluen kloroform:metanol perbandingan 7:1, ekstrak metanol (sokhlet, maserasi, dan reflux) menggunakan eluen kloroform:metanol perbandingan 2:1. Sedangkan ekstrak methanol langsung (sokhlet, maserasi, dan reflux) menggunakan dua perbandingan pelarut yaitu n-heksan:etil asetat 2:1 dengan kloroform:methanol 5:1 dan metabolit sekunder terdeteksi senyawa golonga steroid, flavonoid dan terpenoid. Aktivitas tabir suryauntuk semua ekstrak yang diperoleh masih dapat dikategorikan sebagai sun block meskipun ada perbedaan nilai persentase transmisi eritema dan pigmentasi.

Kata Kunci : Bawang Dayak, Metode Ekstraksi, KLT, transmisi pigmentasi dan eritema

File PDF: Download

Be Sociable, Share!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*