EFEK ANTELMENTIK EKSTRAK BIJI PEPAYA

EFEK ANTELMENTIK EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L. Var. Jinggo) SECARA IN VITRO

Islamudin Ahmad

Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda

Email: islamudinahmad@farmasi.unmul.ac.id

ABSTRAK

Pepaya atau dalam bahasa latinnya disebut Carica papaya merupakan tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat herbal yang sudah dikenal masyarakat. Bagian dari tanaman tersebut dari akar, daun, getah buah, sampai bijinya banyak bermanfaat untuk kesehatan termasuk untuk membunuh cacing. Hal ini karena kandungan metabolit sekunder dari tanaman ini bersifat anthelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anthelmintik dari ekstrak biji pepaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan metode “the post test only control group design”. Penelitian ini menggunakan ekstrak biji papaya dengan 5 (Lima) konsentrasi yaitu 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40%, infus NaCl 0,9% (kontrol negative). Masing – masing konsentrasi diberikan sebanyak 25 mL ekstrak untuk tiap cawan petri yang berisi 10 ekor cacing. Dilakukan replikasi 3 kali pada masing – masing konsentrasi. Data diperoleh dari pengamatan waktu kematian total cacing Ascaridia galli setiap 1 jam, kemudian dihitung LC50 dan LC95. Data yang diperoleh diuji statistic dengan analisis Reed & Muench. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis Reed & Muench menunjukkan nilai LC50 dan LC95 dari ekstrak biji pepaya sebesar 27,90% dan 37,85%. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat diketahui bahwa ekstrak biji papaya memiliki aktivitas sebagai anthelmintik.

 

Kata Kunci: Metabolit sekunder, Anthelmintik, Carica papaya, Biji

File pdf: Download di publikasikan di Buletin Lembusuana, Balitbangda Pemprov Kaltim

Be Sociable, Share!