TOKSIN TUMBUHAN

PENDAHULUAN

Dalam sains moden racun dijelaskan sebagai satu bahan kimia (toxic) apabila terkena atau termakan oleh manusia atau hewan akan mengakibatkan sakit atau kematian. Untuk  membahas mengenai toksin, pertama-tama harus memahami perbedaan antara toksikan dan toksin. Toksikan adalah senyawa kimia yang berasal dari alam atau sintesis yang dapat menyebabkan efek mematikan bagi organisme hidup. Toksin adalah toksikan yang dihasilkan oleh organisme hidup dan bukan merupakan sinonim untuk toksikan. Semua toksin adalah toksikan tetapi tidak semua toksikan adalah toksin. Toksin, yang dihasilkan oleh binatang, tanaman, serangga atau mikroba umumnya merupakan hasil metabolism yang digunakan sebagai mekanisme pertahanan untuk tujuan mengusir atau membunuh predator atau pathogen. Efek dari toksin alam telah lama dipahami oleh sejarah manusia. Sebagai contoh, masyarakat lampau menggunakan toksin alam untuk tujuan pengobatan dan criminal. Bakan saat ini kita melanjutkan menemukan dan meneliti toksisitas dari bahan alam, beberapa untuk tujuan pengobatan dimana keamanan dan keampuhannya di teliti. Toksin dapat diklasifikasikan menurut organ target atau mekanisme kerja tetapi umumnya diklasifikasikan berdasarkan sumbernya.

Keracunan yang terdapat pada tumbuhan kadang hanya terjadi pada manusia tetapi tidak pada hewan atau kedua-duanya sekali. Seperti tumbuhan Taxus baccata L. (Common or English Yew) yang mempunyai biji beracun dan dapat menyebabkan kematian kepada manusia jika dimakan tetapi tanaman ini  merupakan makanan kegemaran burung (Stary, 1983).

Kingbury (1967) merekomendasikan lebih kurang 700 spesies tumbuhan racun yang menyebabkan kesakitan atau kematian pada manusia atau hewan dan masih banyak yang belum diketahui.

Uraian Tumbuhan beracun

Tumbuhan beracun menurut forsyth (1954) adalah tumbuhan yang menyebabkan kesehatan normal terganggu apabila bagian-bagian tertentu dari tumbuhan tersebut digunakan oleh hewan atau manusia. Bagian yang beracun pada tumbuhan antara lain daun, pucuk atau umbi, buah, inti biji atau biji, getah, duri, bulu, dan air rebusan dari bagian tertentu tumbuhan misalnya akar. Adapun akibat dari keracunan tumbuhan, aa yang tidak menyebabkan kematian misalnya terjadi kepanasan pada kulit, gatal-gatal dan kepedihan sedangkan yang menyebabkan kematian misalnyak keracunan pada saraf, saraf otot, jantung sampai mengakibatkan kematian.

Mekanisme fisiologis bahan – bahan racun masuk dalam tubuh organisme dapat melalui kulit luar, mulut dan saluran pencernaan serta saluran pernapasan. Ciri-ciri tumbuhan beracun adalah baunya tidak sedap dan bias membuat pusing serta tidak disentuh binatang liar, bergetah yang membuat kulit gatal,  daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok berbulu atau permukaan kasar,daunnya keras atau liat, tumbuhan merambata atau melilit (arah lilitan ke kira dan ke kanan atau berlawanan) dan batangnya berduri.

Klasifikasi Toksin Tumbuhan

1. Berdasarkan metabolit utama

Tumbuhan beracun dapat diklasifikasikan berdasarkan metabolit utama dari racun yang dimiliki. Beberapa metabolit utama  dari racun yang telah diketahui adalah

 Alkaloid

Alkaloid adalah senyawa kompleks yang mengandung Nitrogen (N) dalam bentuk garam atau asam. Pada banyak kasus keracunan pada binatang alkaloid menghasilkan reaksi fisiologi yang kuat pada binatang terutama pada system saraf. Toksin ini dapat menghasilkan reaksi akut atau kronis. Alkaloid ditemukan secara luas padaa banyak kenis tanaman, termasuk tembakau. Nicotine adalah toksin utama dari tanaman ini.

Astragalus atau locoweed adalah tanaman lain yang mengandung racun alkaloid yang menyebabkan keracunan yang khas. Locos sangat beracun dalam semua tingkat pertumbuhan bahkan ketika kering. Mengkonsumsinya, tergantung pada spesiesnya dapat nenyebabkan koma atau keracunan kronis yang secara umum berakhir dengan kematian.

 Glikosida

Toksin glikosida terdiri dari senyawa yang besar. Asam hidrosianida adalah yang paling umum. Meracuni binatang dengan menghalangi pelepasan oksigen dari sel darah merah ke sel jaringan. Tanaman yang mengandung HCN termasuk Johnsongrass. Bahaya dari racun HCN dalam Johnsongrass semakin menoingkat apabila tanaman ini telah berbunga.

 Asam Oxalik

Asam oxalic adalah toksin utama dari grup asam organic. Asam ini seringkali menyebabkan kolik, depresi, koma dan seringkali berakhir dengan kematian karena kerusakan ginjal. Diet tinggi kalsium dapat mencegah keracunan oleh asam oxalic.

Resins

Resin dan resinoid menrusak system saraf dan jaringan otot. Gejala dari keracunan resin sangat bervariasi. Milkweeds adalah conntoh dari tanaman beracun yang mengandung toksin resin. Taanaman ini mengandung toksin glikosida dan resin yang mana tetap ada walaupun tanaman mongering. Ini menyebabkan ia beracun pada semua tahap pertumbuhan.

 Mineral

Beberapa mineral dapat menyebabkan keracunan apabila tanaman yang menghasilkannya di konsumsi. Di Arizona di khusukan pada nitrogen dan selenium.

 Nitrat

Kadar nitrat yang tinggi pada tanaman umumnya menyebabkan keracunan. Kuda merupakan hewan yang paling sering keracunan oleh tanaman yang mengandung nitrat tinggi. Kematian biasanya relative cepat apabila tanaman dengan kadar nitrat tinggi dikonsumsi. Spesies yang dapat bmengakumulasi kadar toksin nitrat cukup banyak, misalnya carelesweed, pigweed dan thistle rusia.

 Selenium

Tanaman yang tumbuh di tanah yang mengandung lebih dari 2 ppm selenium dapat mengakumulasi tingkat keracunan dari selenium. Mengkonsumsi tanaman ini oleh makhluk hidup dapat menyebabkan keracunan akut atau kronis.Tanaman yang mengakumulasi selenium terdiri dari dua jenis. Jenis obligat merupakan jenis mutlak membutuhkan selenium dalam pertumbuhannya dan pertumbuhannya tergantung dari kadar selenium dalam tanah. jenis fakultatif selenium adalah tanaman yang dapat mengakumulasi selenium tetapi pertumbuhannya tidak tergantung oleh selenium. Beberapa jenis dari locoweed merupakan obligat selenium yang membutuhkan selenium tinggi dalam pertumbuhannya. Sedangkan fakultatif selenium diantaranya aster dan saltbushes. Mengkonsumsi tanaman yang mengandung selenium dapat menyebabkan keracunan akut dan kronis. Keracunan kronis dari selenium terdiri dari dua bentuk. Kebutaan atau penyakit alkalai. Kebutaan disebabkan akibat mengkonsumsi tanaman yang mengandung selenium kurang dari 200 ppm selama 1 sampai 2 minggu. Penyakit alkalai timbul setelah mengkonsumsi tanaman mengandung selenium 5 sampai 40 ppm selama 1 bulan atau lebih.

 Grass tetani

Grass tetani adalah kelainan nutrisi yang disebabkan oleh berkurangnya kadar magnesium darah. Akibat dari tetany grass pada binatang adalah pengurangan kadar magnesium serum yang sampai saat ini tidak diketahui penyebabnya. Tetani daapat dicegah dengan pemberian magnesium seperti dolomitic limestone atau magnesium oksida. Penanganan pada binatang yang keracunan dengan injeksi garam magnesium dapat menghindarkan dari kematian.

2. Berdasarkan Mekanisme kerjanya

RIP TOXINS (Ribosom inactivating Proteins)

Beberapa tanaman Angiospermae mengandung protein toxin yang bekerja pada RNA N-glikosidase khusus dan menginaktifkan ribosom eukariotik. RIP toxins terdiri dari 2 tipe:

  • RIP tipe 1: protein tunggal, dapat menginaktifkan ribosom tapi bersifat tidak toksik karena tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kontak dengan sel eukariotik.
  • RIP tipe 2: merupakan heterodimer, terdapat dalam makanan seperti dalam benih gandum dan biji berley. RIP tipe 2 merupakan sitotoksin karena salah satu rantainya berperan sebagai lektin, terikat dengan galakosida pada permukaan sel eukariotik dan memicu uptake toksin dengan cara endositosa. Saat berada di dalam sel, ikatan disulfide antara kedua rantai akan menginaktifkan ribosom melalui aktivitas N-glikosidase

 

Contoh RIP tipe 2:

  1. Ricin (Ricinus communis)

Ricin adalah toksin yang dikenal sebagai racun yang digunakan oleh polisi rahasia Bulgaria untuk membunuh. Terdapat beberapa isoform ricin termasuk risin D dan risin E dan Ricinus communis Aglutinin (RCA). Mekanisme kerjanya ricin bekerja sebagai inhibitor sintesis protein eukariotik yang poten. Saat ricin berkontak dengan sel eukariotik, rantai B mengikat toksin ke dinding sel yang mengandung residu galaktosa terminal. Pengikatan ini memicu endositosa sehingga toksin dapat masuk ke dalam sel dan rantai A dilepaskan ke sitoplasma melali reduksi ikatan disulfide antara kedua rantai. Di dalam sel, rantai A menyebabkan depurinasi adenine 4324 dari rRNA 28S yang terdapat di dalam ribosom eukariotik sun unit 60S. kehilangan adenine ini akan menginaktifkan ribosom.

  1. Abrin (Abrus precatorius)

Biji Abrus precatorius L berbentuk ellipsoid, diameter 5-9mm. Testa hitam pada bagian dasar dan merah cantik pada bagian atasnya. Bijinya digunakan pada Rosario dan perhiasan dan dapat menyebabkan keracunan karena adanya protein toksik yang di sebut abrin. Dua abrin, abrin-A dan –B telah diisolasi, kedua abrin tersebut adalah RIP tipe 2.

Beberapa toksin dari tumbuhan

 AMANITA TOKSIN

Amanita toksin dari Amanita phalloides Link dan Amanita virosa. Bertillon yang lebih jarang ditemui karena menyebabkan keracunan yang parah, kadangkala fatal karena salah dibedakan dengan jamur lading yang dapat dimakan yaitu Agaricus campestris L. Kedua genus Amanita dan Agaricus adalah familia Agaricaceae. Badan buah terdiri dari  stalk (stips) dan sebuah cap (pileus) yang bagian bawahnya terdapat gills (lamella) yang membawa spora.

Salah mengenal jamur yang dapat dimakan dengan amanita paling sering terjadi pada jamur muda, tetapi dapat dihindari jika perbedaan berikut ini:

  1. Amanita selalu memiliki spora berwarna putih. Jika pileus dipecah, gills dan daging pileus memiliki warna putih yang hamper sama. Jamur lading memiliki spora coklat kehitaman sehingga gills lebih berwarna tua daripada pileus.
  2. Amanita memiliki “universal veil” yang pecah ketika jamur berkembang. Sisa kelupasan berada di dasar sebelah kiri dalam bebtuk :seath” atau pelepah (volva). Jamur lading tidak memiliki “seath”
  3. Amanita memiliki aroma yang tidak enak sdangkan jamur lading memiliki aroma yang menyenangkan.

Gejala keracunan amanita biasanya setelah 8-12 jam, sakit perut, diare dan muntah yang hebat. Setelah perawatan di rumah sakit biasanya terjadi perbaikan semu paling lambat 12-24 jam. Selanjutnya terlihat kerusakan liver. Dalam kasus serius progress ini cepat terjadi termasuk pembesaran dan pressure-sensitive liver, jaundice, perdarahan lambung dan usus, oliguria sampai anuria dan gangguan kesadaran. Kematian dapat terjadi 4-7 hari setelah koma hepatic. Hal ini terjadi pada hampir 30% kasus.

Toksin amanita terdiri dari 2 jenis peptid siklik yaitu amatoksin dan phallotoksin. Suatu peptide nontoksik, antamide juga telah diisolasi yang merupakan antagonis phallotoksin dan menetralkan efeknya jika diberikan bersama dengan toksin ini.

  1. AmatoksinEfek toksik diperpanjang, karena amatoksin diekskresikan dalam empedu mencapai pembuluh darah kembali melalui sirkulasi enterohepatik, sehingga memperbaharui kembali serangannya ke liver. Sebagian amatoksin dapat pula direabsorbsi dari ginjal sehingga memperpanjang aksi dekstruksinya.
  2.  Racun amatoksin utama adalah a-amanitin, LD50 secara IP adalah 0,2-0,5 mg/kgbb. Efek racun lambat, kematian terjadi setelah 2-6 hari. Efek toksik terjadi setelah injeksi maupun ingesti dan mengakibatkan degenari lambat ginjal dan liver. Toksin menghentikan sintesis protein di dalam sel eukariotik melalui penghambatan aksi RNA polymerase B dengan cara memblok RNA polymerase m-RNA. Secara in vivo, sintesis r-RNA juga terhenti, meskipun bloking RNA polymerase A tidak tampak secara in vivo. Efek amatoksin hanya tampak pada sel eukariotik.
  3. PhallotoksinEfek toksik phallotoksin akan muncul relative cepat. LD50 secara IP adalah 1,5-2,5mg/kgBB dan kematian terjasi setelah 2-3 hari. Phallotoksin terutama berefek pada liver. Membra plasma sel liver diserang dan ion-ion menjadi lepas dari sel, mula-mula ion Ca, selanjutnya outflow massif ion K. Phallotoksin juga terikat pada membrane sel seperti pada reticulum endoplasma dan lisosom. Jika membrane lisosom rusak, enzim akan bebas bereaksi dan merusak sel. Efek ini terjadi pada pemberian parenteral phallotoksin. Tetapi aksi ini tidak terlalu tampak pada keracunan cap yang mematikan karena phallotoksin hanya sedikit terabsorbsi pada intestine.
  4.  Phallotoksin adalah peptide bisiklik, mengandung dua asam amino yang tidak lazim yaitu hidroksiprolin dan γ-δ-dihidroksileusin. Strukturnya juga ditandai oleh jembatan sulfur yang tidak lazim antara sistein dan C-2 di dalam cairan indol triptofan.
  5. Antamanida
  6. Peptide ini melawan efek phallotoksin jika diberikan secara simultan. Perlindungan terbatas melawan amatoksin dapat juga di capai dengan pre-treatment antamanida ke hewan selama waktu tertentu.

Beberapa tumbuhan yang mengandung Toksin

Jarak Pagar

Jarak

Riccinus Communis

Famili : Euphorbiaceae

Deskripsi : jarak pagar adalah tanaman semikayu dengan daun yang lebar dan seperti bintang. Tumbuh di daerah tropis dan sebagai tanaman tahunan di daerah tropis. Bunganya sangat kecil dan buahnya tumbuh terdapat di ujung tanaman.

Perhatian : semua bagian dari tanaman ini sangat beracun apabila dimakan. Bijinya merupakan bagian yang paling beracun.

Habitat dan distribusi : tanaman ini ditemukan di semua daerah tropis

Mimba  (Melia azedarach)

Mimba

Melia asedarach

Famili : meliaceae

Deskripsi : jarak pagar adalah tanaman semikayu dengan daun yang lebar dan seperti bintang. Tumbuh di daerah tropis dan sebagai tanaman tahunan di daerah tropis. Bunganya sangat kecil dan buahnya tumbuh terdapat di ujung tanaman.

Perhatian : semua bagian dari tanaman ini sangat beracun apabila dimakan. Daunnya merupakan insektisida alami dan dapat menolak serangga dari penyimpanan buah.

Habitat dan distribusi : tanaman ini asalnya dari Himalaya dan asia tenggara tetapi sekarang ditanambaik di Negara tropis maupun sub tropis.

Cowhage, cowage, cowitch

Cowage

Mucuna pruritum

Leguminosae (Fabaceae) Family

Deskripsi : tanaman ini memiliki daun berbentuk oval  dan setiap group terdiri dari 3. Bijinya berwarna coklat

Perhatian : kontak dengan bunganya dapat menyebabkan iritasi dan kebutaan apabila terkena mata.

Death camas, death lily

Death Camas

Zigadenus species

Lily (Liliaceae) Family

Deskripsi : tanaman ini berkembang dari umbi dan mirip dengan bawang merah. Daunnya seperti rumput. Bunganya terbagi 6 bagian dan ujungya berwarna hijau bunganya terletak di bawah daun.

Perhatian : Semua bagian dari tanaman ini beracun. Tanaman ini tidak mempunyai bau seperti bawang.

Habitat dan distribusi : tanaman ini dapat ditemui di daerah basah, terbuka dll. Walaupun beberapa spesies membutuhkan kondisi kering. Tanaman ini banyak terdapat di USA.

 Lantana

Lantana

Lantana camara

Vervain (Verbenaceae) Family

Deskripsi : lantana dapat tumbuh mencapai ketinggian 45 sentimeter. Warna bunganya (bervariasi pada daerah yang berbeda) mungkin putih, kuning, orange, merah jambu atau merah. Buahnya berwarna biru gelap atau seperti buah berry hitam.

Perhatian : semua bagian dari tanaman ini beracun jika dimakan dan dapat berakibat fatal. Pada beberapa individu, tanaman ini dapat menyebabkan dermatitis.

Habitat dan distribusi : lantana tumbuh subur di daerah tropis.

Manchineel

Mancinella

Hippomane mancinella

Spurge (Euphorbiaceae) Family

Deskripsi : batang tanaman ini dapat tumbuh sampai 15 meter. Daunnya berwarna hijau terang dengan bunga kecil berwarna hijau. Buahnya berwarna hijau atau hijau kekuningkuningan.

Perhatian : Batangnya sangat toksik, dapat menyebabkan dermatitis pada beberapa individu. Asap dari pembakarannya dapat mengiritasi mata. Tidak bagian dari tanaman ini yang dapat dimakan.

Habitat dan distribusi : tanaman ini ditemukan di florida utara, caribia, amerika tengah dan amerika selatan.

Oleander

Oleander

Nerium oleander

Dogbane (Apocynaceae) Family

Deskripsi :  Tanaman ini mempunyai batang kecil dan dapat tumbuh sampai 9 meter, daunnya berwarna hijau gelap dan bunganya dapat berwarna putih, kuning, merah, pink. Buahnya berwarna coklat.

Perhatian : semua bagian dari tanaman ini sangat beracun. Jangan gunakan kayunya untuk memasak.

Habitat dan distribusi : berasal dari mediterania dan sekarang telah meluas ke daerah tropis.

Strychnine tree

Nux Vomica

Nux vomica

Logania (Loganiaceae) Family

Deskripsi : Batang striknin berukuran sedang dan dapat tumbuh sampai 12 meter.

Perhatian : semua bagian tanaman ini beracun,

Habitat dan distribusi : berasal dari daerah tropis dan subtropics dari asia tenggara dan Australia.

PENUTUP

Kebanyakan tumbuhan yang ada mempunyai racun. Walaupun  beracun tetapi ada yang bisa dijadikan sebagai obat  jika di proses dengan cara yang benar, contohnya tanaman Fox Glove (Digitalis purpurea) bisa dijadikan obat untuk sakit jantung, lelah dan glaucoma. Kini banyak kajian telah dibuat oleh ahli-ahli sains mengenai tumbuh-tumbuhan untuk mencari penawar bagi beberapa jenis penyakit kronik seperti AIDS.

  1. Adapun cara-cara menghindari racun pada tumbuhan yaitu Kenali tanaman berbahaya yang ada dilingkungan sekitar kita
  2. Jangan memakan tumbuhan asing termasuk jamur
  3. Hindarkan tanaman, biji-bijian, buah dan umbi dari bayi
  4. Ajarkan pada anak untuk tidak memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
  5. Ajarkan pada anak untuk mengenali tumbuhan yang berbahaya termasuk yang menyebabkan dermatitis
  6. Kenali tanaman yang biasa digunakan anak-anak untuk bermain
  7. Jangan biarkan anak-anak menghisap nektar bunga atau membuat teh tanaman
  8. Ketahui tanaman sebelum memakan buahnya
  9. Ajarkan pada anak untuk mengenali tumbuhan yang berbahaya termasuk yang menyebabkan dermatitis
  10. Kenali tanaman yang biasa digunakan anak-anak untuk bermain
  11. Jangan biarkan anak-anak menghisap nektar bunga atau membuat teh tanaman
  12. Ketahui tanaman sebelum memakan buahnya.
Be Sociable, Share!